Powered by Blogger.

Mobile Menu

More News

logoblog

Ahok diberi waktu satu bulan untuk membenahi pertamina oleh Erick Thohir

Sunday, December 15, 2019
Komitmen dan kemampuan Basuki Tjahaja Purnama Alias Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina akan diuji oleh mentri BUMN Erick Thohir. Pertama, bagaimana membereskan 142 anak usaha pertamina hanya dalam satu bulan.

  • Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, komisaris utama Pertamina

JAKARTA, Bagus - Anak cucu usaha BUMN menjadi salah satu penyebab bobroknya BUMN Indonesia. 

Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, bersama Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati diberi batas waktu satu bulan oleh Menteri BUMN Erick Thohir untuk membongkar 142 anak usaha Pertamina.

"Kemarin saya rapat dengan Pertamina, ternyata ada 142 perusahaan di Pertamina," ujar Erick ketika ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta, Jumat (14/12/2019).

Setelah menggelar rapat bulanan, Erick langsung meminta data rinci 142 anak usaha Pertamina. Data itu, kata dia harus dilaporkan kepadanya pada Januari mendatang.

Berkaitan dengan hal tersebut Erick meminta jajaran direksi dan Komisaris Pertamina untuk memetakan bisnis anak cucu tersebut. Termasuk memeriksa kondisi kesehatan setiap perusahaan.

Langkah tersebut diambil, karena dirinya khawatir keberadaan perusahaan anak cucu ini hanya akan menggerogoti Pertamina. 

Erick mengingatkan, jangan sampai anak usaha hanya diisi oleh oknum dan menggerogoti Pertamina. Karena itu, Erick akan segera memberantas oknum terkait.

Erick juga mengaku heran dengan jumlah anak usaha yang dimiliki Pertamina. Karena dikhawatirkan akan mengalahkan usaha pokok atau usaha utama dari Pertamina sendiri.

Menteri BUMN Erick Thohir sangat menanti laporan dari Ahok dan Nicke mengenai 142 anak usaha pertamina tersebut.

Ahok dan Nicke diharapkan mampu melaporkan dan merinci semua data yang diperlukan.

Sementara itu Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati akan merampingkan seluruh anak dan cucu perusahaan yang saat ini jumlahnya mencapai 142 perusahaan.

Perampingan akan dilakukan dengan cara holding atau penggabungan bagi perusahaan yang memiliki core bisnis sama.