Powered by Blogger.

Mobile Menu

More News

logoblog

Benarkan Erick Thohir Menerima Suap 100 Milyar Dari Jiwasraya

Friday, December 27, 2019
Erick dituduh menerima sejumlah uang dari kasus Jiwasraya, karena ia sempat bungkam saat ditanyai terkait kasus tersebut.

Foto : Instagram


Jakarta, Bagus - Erick mengaku telah dituduh menerima uang sebesar 100 miliar dari kasus ini.

Namun alasan bungkamnya Erick tersebut karena ingin memberikan kesempatan terlebih dahulu untuk UKM berjualan.

Untuk pembahasan mengenai Jiwasraya akan dibahas seusainya.
"Kita tidak mau masalah ini diputarbalikkan. Seperti kemarin, saya agak mau curhat nih, bukannya baper," ungkapnya.

"Waktu di acara di BRI kemarin, saya bungkam mengenai Jiwasraya, kan saya bilang kasih kesempatan UKM jualan. Nanti Jiwasraya ada," ungkapnya ditemui usai peresmian B30, di Jakarta, Senin (23/12/2019).

Erick juga meminta kepada media serta institusi lainya untuk tidak menuduh dan menuding hal-hal yang belum terbukti kebenaranya.

Sebab, bungkamnya Erick tersebut, ketika ia tengah merencanakan serta mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membentuk induk usaha asuransi (holding).

"Terus diputarbalikkan sama teman-teman, 'Erick Thohir terima Rp 100 miliar, Rp 200 miliar', duit dari mana nerimanya?"

"Jangan dipolitisasi, Ini benar-benar bekerja secara objektif. Dan tidak ada niat manipulasi. Orang mau betulin kok," kata Erick.


Dalam keteranganya, mantan pemilik klub Inter Milan tersebut meminta agar para kabinet kerja Jokowi diberikan kesempatan untuk membenahi segala urusan dan pekerjaan rumah pendahulunya.

Termasuk langkah Kementerian BUMN yang akan melakukan restrukturisasi jabatan di perusahaan BUMN.

"Tadi saya terus terang tidak mau juga diwawancara, karena akhirnya bias. Tolong kami dengan segala kerendahan hati diberikan kesempatan bekerja. Menteri-menteri ini lagi kompak-kompaknya," ujar Erick.

Erick juga mengatakan para menteri sedang berusaha untuk bekerja menjalankan tugas secara profesional.

Untuk mengatasi hal ini, Kementerian BUMN sudah menyiapkan sejumlah langkah.

Salah satu langkah utamanya adalah melakukan restrukturisasi termasuk membentuk holding BUMN asuransi.

Langkah pembentukan holding bagi Erick dianggap penting untuk menjamin dana nasabah.

Erick berjanji, dalam enam bulan ke depan Kementerian BUMN akan mempersiapkan solusi-solusi.

Satu di antaranya dengan pembentukan holdinisasi di perusahaan asuransi.

"Insya Allah dalam enam bulan ini, kami coba persiapkan solusi-solusi yang salah satunya diawali nanti dengan pembentukan holdinisasi pada perusahaan-perusahaan asuransi."

"Supaya nanti ada cash flow juga dalam membantu nasabah-nasabah yang hari ini belum mendapatkan kepastian," ujarnya.