Powered by Blogger.

Mobile Menu

More News

logoblog

Rosano Barack mertua Syahrini diduga terlibat Mafia Migas

Sunday, December 15, 2019
Mertua Syahrini, Rosano Barrack diduga terlibat mafia migas di Pertamina. Masuknya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai komisaris utama, akankah dugaan ini akan terungkap?

  • Rosano Barack, pemilik dari PT. Triharsa Bimanusa Tunggal, berfoto bersama Syahrini dan Reino Barack
JAKARTA, Bagus - Syahrini artis fenomenal yang terkenal dengan sensasinya itu, kini menjadi perbincangan publik terkait kasus mafia migas yang diduga melibatkan mertuanya. Mertua yang sempat dibangga-banggakan karena memiliki pesawat pribadi.

Seperti diketahui, Syahrini menikah dengan Reino Barack yang merupakan anak dari Rosano Barack. Bos dari PT Triharsa Bimanusa Tunggal itu santer dikabarkan menjadi tersangka bersama mendiang mantan Dirut Pertamina, Faisal Abda'oe, di era 2001. 

Kasus ini bermula saat terjadi kerjasama proyek pipanisasi BBM di Jawa antara PT TBT dan pertamina dan terjadi penggelembungan klaim nilai kerja yang diajukan oleh PT TBT pada saat mengerjakan proyek pembangunan pipanisasi Bbm dijawa, lalu pertamina melaporkan kasus tersebut pada
Kejagung dan sudah ditindak lanjuti oleh kejagung.

Pihak TBT yang dalam kontrak Build and Transfer Agreement (BTA) bersedia membiayai pembangunan ternyata malah mengajukan kompensasi setelah menghentikan proyeknya karena kasus Pipanisasi Jawa.

Namun TBT berkilah bahwa penghentian tersebut karena merasa tidak mampu mencari dana luar negeri akibat lahirnya Keppres No. 89 Tahun 1991.

Sehingga atas penghentian proyek tersebut maka PT TBT mengajukan klaim kompensasi berupa work value (nilai kerja) sebesar 14,5 persen dari proyek tersebut atau sekitar USD31 juta.

Tetapi setelah pertamina melakukan penghitungan, ternyata nilai kerja TBT hanya sebesar 6 persen atau sekitar USD14 juta.

Akibat hal itu, negara dirugikan sekitar USD17 juta atau sekitar Rp 239 miliar hingga USD20 juta atau sekitar Rp281 miliar.

Saat ini  Presiden Joko Widodo dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah memilih mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki cahaya purnama atau yang kita kenal dengan nama ahok untuk menjadi Komisaris Utama Pertamina.

Diharapkan dipilihnya ahok mantan gubernur DKI agar bisa memberantas mafia migas dan mengawasi pihak yang terkait dengan migas.

Peneliti Alpha Research Database Indonesia Ferdy Hasiman bahkan berpendapat, Ahok yang notabene-nya adalah seorang eksekutor lebih cocok menjadi Direktur Utama bukan komisaris utama.

Sementara tugas komisaris bukan di operasional, tetapi melakukan pengawasan terhadap direksi dan mengevaluasi program kerja.

Ferdy juga menyebut bahwa nama Ahok akan bisa menggentarkan para mafia.
"Meskipun komut, para mafia harus hati-hati, karena penunjukan Ahok adalah upaya Jokowi berperang melawan mafia migas yang sudah lama bercokol di Pertamina," kata Ferdy dalam siaran pers, Minggu (24/11/2019) dikutip dari Kompas.com.

Menurut dia, posisi komut bagi Ahok penting untuk mencegah intervensi non-korporasi, intervensi politik, maupun intervensi mafia ke Pertamina.

Sebab Komut lah yang akan mengevaluasi dan mengawasi kerja direktur utama.
Para direktur dan jajarannya diharapkan untuk bekerja dengan baik dan amanah dalam menjalankan tugas negara sehingga negara tidak lagi dirugikan untuk kepentingan pribadi dan memperkaya diri sendiri.     

Diharapkan ahok berani mengeksekusi pihak yang terlibat dalam kasus korupsi, diharapkan dengan dipilihnya ahok menjadi angin segar ditubuh pertamina agar terjadi pembaruan untuk menata pertamina menjadi lebih baik dan bebas dari mafia.


Apakah kinerja ahok sesuai harapan dan juga berani memanggil Rosano barack yang tersangkut masalah penggelembungan dana dipertamina, kita lihat saja semoga ahok bisa memberantas mafia sampai ke akar akarnya.